skip to content
05.pigeonmom_baby_1
Fisiologi_menyusui__clearwaterpediatricare_

Fisiologi Menyusui

Semua ibu yang bisa hamil, pada hakikatnya bisa menyusui karena ASI berproduksi sejak kehamilan usia 20minggu. Hal ini adalah sejalan dengan laktogenesis (pembentukan ASI) tahap 1 dalam ilmu fisiologi manusia. Dimana ini adalah suatu hal yang mutlak, tidak terpengaruh dengan bentuk puting, maupun besar-kecilnya payudara dalam kondisi normal kecuali memang ada kondisi khusus yang jarang sekale ditemukan, dimana payudara tidak berkembang semestinya sejak masa pubertas dan juga saat hamil. Besar-kecil payudara tidak berpengaruh, karena jumlah sel susu semua wanita dewasa pada umumnya adalah sama, dan dapat memproduksi ASI yang sama banyaknya bergantung dengan rangsangan dan manajemen ASI yang benar. Dan untuk bentuk puting juga tidak berpengaruh pada keberhasilan menyusui karena menyusu pada hakikatnya adalah lidah memerah areola dan bukan menghisap puting, dan akan dijelaskan pada judul perlekatan di pembahasan selanjutnya.

Walau ASI sudah berproduksi sejak hamil 20minggu, namun tidak keluar dari payudara, atau hanya keluar setetes-setetes yang ditemui saat hamil semakin besar adalah karena adanya hormone kehamilan yang menahannya, dan hormone kehamilan ini berpusat pada ari-ari. Dimana saat ibu melahirkan, dan ari-ari ibu lepas dari rahim, lalu kadar hormone kehamilan yang turun, maka ASI dapat keluar dari payudara Ibu. Namun terdapat jeda sampai 3hari atau 72 jam pasca bersalin, karena sisa hormon kehamilan yang masih tersisa di pembuluh darah ibu dan akan semakin hilang dalam jangka waktu 3 hari pasca bersalin.

Laktogenesis tahap selanjutnya adalah sejak bayi lahir hingga bayi berusia 72jam. Dan dalam waktu ini diharapkan untuk bayi dan ibu berkontak kulit dan kulit dan bayi menyusu dengan perlekatan benar untuk merangsang payudara ibu memproduksi ASI dan mengalirkan ASI paling tidak setiap 2jam sekali dan dilakukan selama 15-30menit untuk setiap periode karena hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui selanjutnya.

Bila 3 hari awal ini bayi sepertinya tidak mendapat asupan apa-apa karena ASI belum keluar saat payudara di tekan oleh tangan, ibu baru lahir tidak perlu kuatir. Karena, bayi dengan usia kehamilan cukup bulan, sudah mempunyai lemak coklat yang akan dipakai untuk metabolisme tubuhnya selama 3 hari pertama kehidupan. Lagipula, dengan bayi mencoba menyusu setiap paling lama 2jam sekali itu, bayi mendapatkan ASI yang memang sudah produksi sejak ibu hamil, 1-2 tetes sudah mencukupi kebutuhannya, dengan ukuran lambung bayi yang hanya <5cc selama 3 hari pertama.

Menyusu pada bayi dan menyusui pada ibu adalah suatu proses pembelajaran. Seperti halnya merangkak dan berjalan pada bayi. Bila periode belajar ini diinterupsi, bayi akan lebih sulit berhasil menyusui. Contohnya adalah bila diinterupsi dengan pemberian dot dimana adalah mekanisme yang berbeda dengan menyusu payudara langsung. Hal ini dapat menghambat keberhasilan menyusu, sehingga menghambat proses perangsangan payudara untuk memproduksi ASI dengan optimal, dan akan menghambat keberhasilan menyusu dan menyusui.

Jadi, 3 hari awal usia bayi, cukup kontak kulit dan kulit ibu – bayi, dan lakukan percobaan menyusui setiap paling lama 2 jam sekali dengan perlekatan benar, adalah hal yang paling mendukung keberhasilan menyusui.

-Maharani Bayu, Dokter Laktasi Eka Hospital BSD-

*image from clearwater pediatricare

back to index

Sign In

Sign Up

or